Jumat, 01 Oktober 2010

Pro Kontra Pemblokiran Blackberry

Masih hangat di dalam ingatan kita mengenai berita keong racun bule yang menandingi aksi sinta dan jojo. Kini muncul lagi berita yang tidak kalah hebohnya seputar masalah teknologi, khusunya internet. Handphone Blackberry yang terkenal cerdas telah diblokir di UEA (Uni Emirat Arab). Kabarnya pemblokiran blackberry tersebut dilakukan sepihak oleh kerajaan arab. Kabar Blackberry diblokir ini tentu saja mengejutkan dunia, mengingat usia balckberry masih sangat muda. Samapi presiden AS yang mungil sempat memberikan komentar atas berita tersebut. Pro dan kontra pun bermunculan, sebagian ada yang setuju dan sebagian lain menolak.

Mereka yang menolak Pemblokiran blackberry beralasan bahwa blackberry sangat menguntungkan bagi mereka karena bisa berkomunikasi dengan technologi pintar tersebut dengan mudah. Namun seharusnya hal tersebut juga dilihat dari pemakaiannya. Karena rata-rata dari mereka yang setuju yang sebagian besar merupakan orang tua beralasan bahwa BB telah merubah gaya hidupseseorang, mengganggu kesehatan karena salah satu dari anak mereka sangat tergantung dari BB tersebut bahkan pada waktu tidur sekalipun.

Itulah alasan kedua pihak yang pro dan kontra. Lalu bagaimana di Indonesia? Apakah ada kemungkinan MenkomInfo melakukan langkah yang sama dengan pemerintah UEA untuk memblokir balckberry? Untuk sementara pemblokiran blackberry tidak dilakukan, namun hanya sebatas menghentikan proses export barang tersebut. Yang jelas keputusan blackberry diblokir atau tidak di indonesia menjadi tanggung jawab pemerintah.

Blackberry Messenger Jadi Jejaring Sosial


SAN FRANCISCO: Blackberry Messenger (BBM), yang merupakan aplikasi komunikasi pesan seketika pada smartphone Blackberry, akan dikembangkan menjadi platform media jejaring sosial seperti halnya Facebook dan Twitter, dengan memanfaatkan 28 juta basis penggunanya.
Untuk mencapai tujuan tersebut, Research In Motion (RIM) menyediakan sejumlah peralatan pengembangan untuk memperkaya BBM dengan kemampuan jejaring sosial seperti chatting, berbagi konten, mengirim undangan, dan bermain game bersama teman.
Peralatan pengembangan tersebut dipaketkan dalam BBM Social Platform.
Alan Brenner, Senior Vice President Blackberry Platform RIM, mengatakan pemanfaatan BBM telah berkembang dari sekadar aplikasi pesan seketika menjadi sarana bersosialisasi yang dipakai oleh lebih dari 28 juta pengguna, seperti halnya ketika mereka berinteraksi di media jejaring sosial.
“Potensi dan peluang BBM ini menjadi sangat besar bagi para pengembang aplikasi Blackberry untuk memanfaatkan aspek sosial yang realtime dari BBM. Akses ke BBM dari aplikasi akan merevolusi game, memperkaya pengalaman multimedia, dan memberikan dimensi baru pada aplikasi berbasis lokasi,” katanya di sela-sela RIM Developer Conference (DevCon) 2010 yang berlangsung pekan ini.
Melalui BBM Social Platform, pengembang bisa menambahkan kemampuan jejaring sosial pada aplikasi berdasarkan daftar kontak yang sudah ada di BBM.
Bgai pengguna, mereka bisa melakukan berbagai aktivitas sosial dalam aplikasi tersebut bersama teman dalam daftar kontak BBM.
Aktivitas sosial ini juga diperkaya dengan akses ke kamera dan kemampuan membaca lokasi di ponsel Blackberry.
BBM Social Platform berupa Application Programming Interface (API) yang antara lain memungkinkan pengguna mengundang temannya untuk mengunduh aplikasi, membuat grup BBM dari aplikasi, dan mengetahui siapa yang sudah mengundung aplikasi.
Menurut pernyataan RIM, API akan tersedia mulai awal 2011.


sumber : http://web.bisnis.com/digitalnews/1id211850.html